Selasa, 03 November 2015

Ini Penampakan Letusan Gunung Barujari, Anak Gunung Rinjani


Jakarta - Letusan Gunung Barujari -- anak Gunung Rinjani -- membuat beberapa bandara di Lombok, Denpasar dan Banyuwangi ditutup. Bagaimana penampakannya? Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMGB) mencatat letusan Gunung Barujari itu terjadi sejak 25 Oktober 2015. Erupsi Gunung Rinjani pada 25 Oktober 2015 lalu (dok PVMBG) "Hasil evaluasi data pengamatan visual dan instrumental G. Rinjani, Nusa Tenggara Barat hingga 25 Oktober 2015 mengingat terjadi erupsi bersifat eksplosif dalam skala kecil yang menghasilkan kolom abu letusan mencapai ketinggian 200 m dari Puncak Barujari pada pukul 10.04 WITA," demikian laporan PVMBG dalam situsnya yang dikutip detikcom, Rabu (4/11/2015). Dari akun twitter PVMBG, pada 31 Oktober pukul 067.50 Wita itu, terpantau letusan asap Gunung Barujari mencapai 600 meter di atas puncak Gunung Barujari yang berketinggian 3.000 meter. Erupsi Gunung Rinjani pada 1 November 2015 lalu (dok PVMBG) Pada 1 November 2015, pukul 05.52 Wita, tinggi asap adalah 3.900 meter di atas permukaan laut atau 1.500 meter di atas puncak Gunung Barujari. Foto terbaru letusan Gunung Barujari Rinjani diambil tim Tanggap Darurat PVMBG di Plawangan pada 3 November 2015 pukul 06.59 WIB. Sedangkan dari akun twitter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (4/11) pada pukul 02.45 Wita Gunung Barujari erupsi kembali. Sebaran abu ke arah Barat Daya hingga Barat Laut dari pusat letusan dengan kecepatan 10 knots, pada lapisan permukaan hingga ketinggian 14.000 kaki. Pada pagi letusan dari permukaan laut mencapai 3.800 meter di atas permukaan laut atau 1.500 meter dari puncak Gunung Barujari. Dalam peristiwa alam ini, PVMBG menetapkan nama dari gunung yang saat ini erupsi adalah Gunung Rinjani karena sesuai nomenklatur dari 127 gunung api di Indonesia. (nwk/nrl) http://news.detik.com/berita/3061636/ini-penampakan-letusan-gunung-barujari-anak-gunung-rinjani

Senin, 02 November 2015

CCTV Pemantau Merapi Terhalang Bendera Pendaki


Danang Prabowo Kamis, 29 Oktober 2015 − 16:03 WIB CCTV Pemantau Merapi Terhalang Bendera Pendaki Pemantauan Gunung Merapi. (Dok/SINDO) A+ A- YOGYAKARTA - Pendaki Gunung Merapi, Septian Anggara Putra dari Adventure 54 Salatiga memasang bendera di puncak Merapi. Sayangnya, bendera itu dipasang pada tiang yang ada pada alat pemantau aktivitas gunung dan menutup CCTV (closed circuit television) milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Kepala BPPTKG I Gusti Made Agung Nandaka menyatakan, tiang yang dipasang di puncak Gunung Merapi itu bukan tiang bendera, tetapi tiang yang sangat penting dan mahal harganya karena merupakan alat pemantau aktivitas gunung. "Ini pelajaran bagi para pendaki supaya tidak sembarangan melakukan pemasangan pada peralatan milik BPPTKG," katanya, Kamis (29/10/2015). Selain Septian, ada tiga pendaki yang bersamanya dari komunitas yang sama saat pemasangan bendera bertuliskan Adventure 54 Salatiga itu. Mereka juga melanggar peringatan supaya tidak mendaki sampai puncak. Sebab, aktivitas gunung itu membahayakan pendaki jika terlalu dekat demgan kawah. Posisi tiang pemantau itu memang sangat dekat dengan kawah. Bendera yang dipasang itu berukuran 30x50 cm. Pemasangan itu sudah dilakukan pada 11 Oktober lalu. Bahkan, Septian berfoto dengan menunjuk bendera itu. Pemantauan aktivitas Gunung Merapi dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya pemantauan visual dengan CCTV. Pemantauan ini sangat penting untuk mengetahui perubahan kondisi di puncak setiap saat secara real time. Ia menegaskan, pendakian gunung itu hanya sampai di Pos Pasar Bubar. Jaraknya sekitar 1 kilometer di bawah puncak. Rambu-rambu larangan pendakian hingga puncak sudah dipasangi. Tetapi para pendaki tidak mengindahkannya. Pada Selasa, 27 Oktober lalu, bendera yang menutupi CCTV diambil oleh Petugas Pemantau Gunung Api Pos Babadan Tri Mujiyanto. Di media sosial, foto Septian dengan latar belakang benderanya itu menjadi bahan cacian dan hujatan. BPPTKG memasang 16 CCTV untuk memantau aktivitas Gunung Merapi, masing-masing satu di puncak dan Pasar Bubar serta 14 lainnya tersebar di beberapa sungai yang berhulu di Merapi. Pemantauan secara real time secara akurat dilakukan dari ruang Monitoring. Septian yang terlihat ketakutan saat berada di kantor BPPTKG itu mengaku bersalah dan meminta maaf. Saat memasang bendera yang menjadi nama toko peralatan pendakian gunung miliknya itu, tidak ada yang menegur. Ia jalan sampai puncak karena ikut pendaki yang lainnya. "Saya mohon maaf, tidak akan saya ulangi lagi. Saya benar-benar tidak tahu," jelasnya. Pihak BPPTKG Yogyakarta sendiri sudah memberi ampun padanya. Berbeda yang dilakukan para relawan Merapi, mereka justru marah akibat perbuatan Septian. "Kami tidak memaafkan, akan lapor polisi," kata Bakat Setiawan alias Lahar, relawan Barameru. Sebab, kata dia, perbuatan Septian itu mengganggu pemantauan aktivitas gunung. Jika aktivitas vulkanik terganggu, bisa membahayakan masyarakat umum. Para relawan itu tidak bisa menahan kemarahan. Bahkan, seusai menerima penjelasan dari BPPTKG soal pemantauan aktivitas gunung dan fungsi alat-alat seismik, saat Septian keluar dari kantor itu, para relawan justru menghukum dengan jalan jongkok. Tak disangka, salah satu relawan menendang pemuda itu dari belakang. source: http://daerah.sindonews.com/read/1057215/189/cctv-pemantau-merapi-terhalang-bendera-pendaki-1446109385

Kebakaran Area Gunung Merapi Capai 20 Hektare


Ary Wahyu Wibowo Senin, 2 November 2015 − 23:03 WIB Kebakaran Area Gunung Merapi Capai 20 Hektare Kebakaran di area Gunung Merapi terus meluas dan belum sepenuhnya dapat dikendalikan. Tercatat sekitar 20 hektare lahan telah dilalap si jago merah. (Ilustrasi/Sindonews) A+ A- BOYOLALI - Kebakaran di area Gunung Merapi terus meluas dan belum sepenuhnya dapat dikendalikan.Tercatat sekitar 20 hektare lahan telah dilalap si jago merah dan diprediksi akan semakin bertambah. Staf Pengendali Ekosistem Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Wahid Hadi Wibowo mengatakan, upaya pemadaman secara manual menemui kendala karena lokasinya di lereng yang terjal. Titik api terus meluas dari titik awal di atas Dusun Sepi, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali. Saat hari pertama kebakaran, hembusan angin cukup kuat mengitari punggung Gunung Merapi ke arah barat hingga sampai di kawasan Desa Lencoh, Kecamatan Selo. “Tapi pada sore harinya angin relatif tenang dan api merambat ke atas,” ungkap Wahid Senin (2/11/2015). Dari pengamatan di lapangan, titik api berkali kali mengalami perubahan. Bahkan, api sudah muncul di kawasan Babadan. Tiga tim gabungan telah dikirim ke tiga titik api yang besar untuk memastikan langkah langkah pemadaman. Seperti memperhitungkan jumlah personel yang dibutuhkan untuk pemadaman di setiap titik, alat alat dan kondisi riil di lapangan. “Kondisi di lapangan cukup terjal, personel harus hati hati dan jangan sampai terjebak yang dapat mengakibatkan nyawa menjadi taruhan,” timpalnya. Upaya pemadaman di kawasan Desa Lencoh, dan yang menuju jalur pendakian tidak sia sia. Sebab, api di kedua titik berhasil dikendalikan. Kebakaran sebenarnya belum menyentuh jalur pendakian karena terhalang oleh jurang. Kondisi angin yang bersahabat sangat mendukung upaya pemadaman. Namun titik api yang ada di kawasan Babadan cukup besar dan masih sulit dikendalikan melalui pemadaman secara manual. Pada sore hari setelah kebakaran di hari kedua, upaya pemadaman dihentikan sekitar pukul 17.00 WIB karena kabut turun. Sehingga jarak pandang menjadi terbatas dan sangat beresiko bagi personel yang bertugas. Upaya pemadaman secara manual dengan cara membuat sekat sekat agar api tidak menjalar ke mana mana nantinya akan dievaluasi. “Jika pemadaman secara manual menemui kesulitan, opsi menggunakan bom air akan ditempuh,” tandasnya. Pemadaman secara manual melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari berbagai kekuatan. Kebakaran saat ini melalap sejumlah vegetasi yang ada di Gunung Merapi, seperti semak belukar, Pohon Akasia atau Soga, Puspa Cemoro Gunung, dan tanaman milik warga karena kebakaran sempat menjalar ke bawah. “Kalau untuk peralatan pemantauan Gunung Merapi, sejauh ini belum ada laporan kerusakan akibat kebakaran,” timpalnya. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat faktor manusia. Yakni ditengarai berasal ladang pertanian yang kemudian menjalar karena tertiup hembusan angin. Kepala Resort Selo BTNGM Suwignya mengemukakan, jalur pendakian ke puncak Merapi untuk sementara ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Anggota Jalin Merapi Mujiyanto menyebutkan, titik api masih jauh dari pemukiman penduduk. Selain itu, api juga belum menyentuh pipa air milik warga. Selama ini, masyarakat setempat lebih banyak mengambil air dari sumber air dari Gunung Merbabu yang letaknya berdampingan dengan Merapi. “Yang dikhawatirkan adalah munculnya serangan kawanan kera,” kata Mujiyanto. Jika hutan terbakar, maka kera kemungkinan besar akan turun dan menyerang tanaman yang ada di ladang milik warga. source: http://daerah.sindonews.com/read/1058315/22/kebakaran-area-gunung-merapi-capai-20-hektare-1446477323

Area Gunung Merapi Terbakar, 250 Pendaki Dievakuasi


Ary Wahyu Wibowo
Minggu, 1 November 2015 − 16:30 WIB
Area Gunung Merapi Terbakar 250 Pendaki Dievakuasi
Gunung Merapi. (SINDO)
A+ A-
BOYOLALI - Kebakaran melanda kawasan Gunung Merapi, Minggu (1/11/2015) pagi. Api muncul dari daerah di atas Dusun Sepi, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali. Sebanyak 250 pendaki harus dievakuasi ke bawah karena api merambat ke kawasan jalur pendakian. Anggota Tim SAR Barameru Boyolali Bakat Setyawan mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi yang terbakar berada di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan air laut (Mdpl) atau di atas Desa Sepi di kawasan Kali Apu. Setelah mendapatkan laporan kebakaran, pihaknya langsung berupaya mengevakuasi para pendaki yang naik ke puncak Merapi. "Tim saat ini telah mencapai Pasar Bubrah dan semua pendaki diminta untuk turun," ujar Lahar, sapaan akrab Bakat Setyawan, Minggu (1/11/2015) sore. Sosok yang dikenal karena berhasil mengangkat korban yang jatuh ke kawah Gunung Merapi ini mengungkapkan, tercatat ada 250 pendaki yang digiring untuk turun ke bawah.
Mereka diperkirakan sampai ke pintu masuk jalur pendakian New Selo di Kecamatan Selo, Boyolali Minggu pukul 17.00 WIB. Sebab, informasi terakhir, perjalanan pendaki yang turun kini telah mencapai Pos I. Tim SAR Barameru menerjunkan delapan personel untuk naik ke puncak Merapi guna keperluan evakuasi. Meski lokasi yang terbakar berjarak sekitar tiga kilometer dari jalur pendakian, evakuasi mendesak karena api mengarah ke jalur pendakian. Api cepat merambat karena yang terbakar adalah semak belukar. Pihaknya tidak mengetahui penyebab kebakaran. "Biar instansi yang berwenang yang menyimpulkan penyebab kebakarannya."

source: http://daerah.sindonews.com/read/1057944/22/area-gunung-merapi-terbakar-250-pendaki-dievakuasi-1446370219
BOYOLALI - Kebakaran melanda kawasan Gunung Merapi, Minggu (1/11/2015) pagi. Api muncul dari daerah di atas Dusun Sepi, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali. Sebanyak 250 pendaki harus dievakuasi ke bawah karena api merambat ke kawasan jalur pendakian. Anggota Tim SAR Barameru Boyolali Bakat Setyawan mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi yang terbakar berada di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan air laut (Mdpl) atau di atas Desa Sepi di kawasan Kali Apu. Setelah mendapatkan laporan kebakaran, pihaknya langsung berupaya mengevakuasi para pendaki yang naik ke puncak Merapi. "Tim saat ini telah mencapai Pasar Bubrah dan semua pendaki diminta untuk turun," ujar Lahar, sapaan akrab Bakat Setyawan, Minggu (1/11/2015) sore. Sosok yang dikenal karena berhasil mengangkat korban yang jatuh ke kawah Gunung Merapi ini mengungkapkan, tercatat ada 250 pendaki yang digiring untuk turun ke bawah. Mereka diperkirakan sampai ke pintu masuk jalur pendakian New Selo di Kecamatan Selo, Boyolali Minggu pukul 17.00 WIB. Sebab, informasi terakhir, perjalanan pendaki yang turun kini telah mencapai Pos I. Tim SAR Barameru menerjunkan delapan personel untuk naik ke puncak Merapi guna keperluan evakuasi. Meski lokasi yang terbakar berjarak sekitar tiga kilometer dari jalur pendakian, evakuasi mendesak karena api mengarah ke jalur pendakian. Api cepat merambat karena yang terbakar adalah semak belukar. Pihaknya tidak mengetahui penyebab kebakaran. "Biar instansi yang berwenang yang menyimpulkan penyebab kebakarannya."

source: http://daerah.sindonews.com/read/1057944/22/area-gunung-merapi-terbakar-250-pendaki-dievakuasi-1446370219
BOYOLALI - Kebakaran melanda kawasan Gunung Merapi, Minggu (1/11/2015) pagi. Api muncul dari daerah di atas Dusun Sepi, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali. Sebanyak 250 pendaki harus dievakuasi ke bawah karena api merambat ke kawasan jalur pendakian. Anggota Tim SAR Barameru Boyolali Bakat Setyawan mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi yang terbakar berada di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan air laut (Mdpl) atau di atas Desa Sepi di kawasan Kali Apu. Setelah mendapatkan laporan kebakaran, pihaknya langsung berupaya mengevakuasi para pendaki yang naik ke puncak Merapi. "Tim saat ini telah mencapai Pasar Bubrah dan semua pendaki diminta untuk turun," ujar Lahar, sapaan akrab Bakat Setyawan, Minggu (1/11/2015) sore. Sosok yang dikenal karena berhasil mengangkat korban yang jatuh ke kawah Gunung Merapi ini mengungkapkan, tercatat ada 250 pendaki yang digiring untuk turun ke bawah. Mereka diperkirakan sampai ke pintu masuk jalur pendakian New Selo di Kecamatan Selo, Boyolali Minggu pukul 17.00 WIB. Sebab, informasi terakhir, perjalanan pendaki yang turun kini telah mencapai Pos I. Tim SAR Barameru menerjunkan delapan personel untuk naik ke puncak Merapi guna keperluan evakuasi. Meski lokasi yang terbakar berjarak sekitar tiga kilometer dari jalur pendakian, evakuasi mendesak karena api mengarah ke jalur pendakian. Api cepat merambat karena yang terbakar adalah semak belukar. Pihaknya tidak mengetahui penyebab kebakaran. "Biar instansi yang berwenang yang menyimpulkan penyebab kebakarannya."

source: http://daerah.sindonews.com/read/1057944/22/area-gunung-merapi-terbakar-250-pendaki-dievakuasi-1446370219