
Jakarta - Letusan Gunung Barujari -- anak Gunung Rinjani -- membuat beberapa bandara di Lombok, Denpasar dan Banyuwangi ditutup. Bagaimana penampakannya?
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMGB) mencatat letusan Gunung Barujari itu terjadi sejak 25 Oktober 2015.
Erupsi Gunung Rinjani pada 25 Oktober 2015 lalu (dok PVMBG)

"Hasil evaluasi data pengamatan visual dan instrumental G. Rinjani, Nusa Tenggara Barat hingga 25 Oktober 2015 mengingat terjadi erupsi bersifat eksplosif dalam skala kecil yang menghasilkan kolom abu letusan mencapai ketinggian 200 m dari Puncak Barujari pada pukul 10.04 WITA," demikian laporan PVMBG dalam situsnya yang dikutip detikcom, Rabu (4/11/2015).
Dari akun twitter PVMBG, pada 31 Oktober pukul 067.50 Wita itu, terpantau letusan asap Gunung Barujari mencapai 600 meter di atas puncak Gunung Barujari yang berketinggian 3.000 meter.

Erupsi Gunung Rinjani pada 1 November 2015 lalu (dok PVMBG)
Pada 1 November 2015, pukul 05.52 Wita, tinggi asap adalah 3.900 meter di atas permukaan laut atau 1.500 meter di atas puncak Gunung Barujari.
Foto terbaru letusan Gunung Barujari Rinjani diambil tim Tanggap Darurat PVMBG di Plawangan pada 3 November 2015 pukul 06.59 WIB.
Sedangkan dari akun twitter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (4/11) pada pukul 02.45 Wita Gunung Barujari erupsi kembali. Sebaran abu ke arah Barat Daya hingga Barat Laut dari pusat letusan dengan kecepatan 10 knots, pada lapisan permukaan hingga ketinggian 14.000 kaki. Pada pagi letusan dari permukaan laut mencapai 3.800 meter di atas permukaan laut atau 1.500 meter dari puncak Gunung Barujari.
Dalam peristiwa alam ini, PVMBG menetapkan nama dari gunung yang saat ini erupsi adalah Gunung Rinjani karena sesuai nomenklatur dari 127 gunung api di Indonesia.
(nwk/nrl)
http://news.detik.com/berita/3061636/ini-penampakan-letusan-gunung-barujari-anak-gunung-rinjani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar